Notification

×

Tag Terpopuler

Pesta Adat Batak Pernikahan Julleo Caecar Butar Butar A.Md T,ST & Valeni Priskila br. Rambe Manalu, A.Md, ARS Tanggal 10 Januari 2026

Kamis, 22 Januari 2026 | Januari 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-22T09:40:25Z
Mandok Hata Sian Ale ale Saprofesi
serangkaian ritual kompleks berbasis sistem kekerabatan Dalihan Na Tolu, yang diatur ketat larangan marga sama, melibatkan tahapan dari perkenalan (MangariritMarhusip) hingga pesta adat (Pesta Unjuk), penyerahan mahar (Sinamot), dan pemberian Ulos sebagai simbol restu dan ikatan.
Tahapan Utama Pernikahan Adat Batak Toba:
  1. Mangaririt/Manjalo Bereng (Mencari Calon): Pihak laki-laki mencari calon istri.
  2. Mangalehon Tanda/Marhusip (Memberi Tanda/Berbisik): Lamaran awal, pembicaraan minat, dan penyerahan tanda.
  3. Marhata Sinamot/Martumpol (Pertemuan Keluarga/Pertunangan): Negosiasi mas kawin (sinamot), pembagian jambar (bagian daging), dan penetapan tanggal pesta, melibatkan Dalihan Na Tolu (Hula-hula, Dongan Tubu, Boru).
  4. Pesta Unjuk (Pamasumasuon) (Acara Puncak): Acara adat besar di rumah pengantin wanita, penyerahan tanda makanan adat (Tudu-tudu Ni Sipanganon), penyerahan Dengke (ikan), Tintin Marangkup, dan Ulos sebagai restu.
  5. Manjalo Tumpak (Menerima Berkat).
  6. Paulak Une/Maningkir Tangga (Pesta Balik/Mengantar Pengantin): Pengantin wanita diantar ke rumah pengantin pria, seringkali digabung jadi Ulaon Sadari. 
Konsep Penting:
  • Dalihan Na Tolu: Sistem kekerabatan yang mengatur peran Hula-hula (keluarga wanita), Dongan Tubu (saudara semarga), dan Boru (wanita dari marga sendiri).
  • Sinamot: Mahar adat yang menunjukkan penghargaan dan tanggung jawab, bukan harga diri.
  • Ulos: Kain tenun simbol doa, restu, dan ikatan kekeluargaan, diberikan saat acara adat.
  • Larangan Marga Sama: Tidak boleh menikah dengan marga yang sama atau Namarpadan (marga yang dianggap saudara/satu leluhur).
×
Berita Terbaru Update