Notification

×

Tag Terpopuler

Dapur SPPG Janjimauli Lumbanjulu Siabal Abal II Kecamatan Sipahutar Diduga Belum Layak Operasional

Senin, 23 Februari 2026 | Februari 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-23T14:46:33Z

 


Taput ||Media Lintaspubkik.Com. Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Janjimauli Lumbanjulu Siabal Abal II Kecamatan Sipahutar kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara dinilai belum layak beroperasi, pasalnya dapur hanya berukuran kecil, tampak dari depan tempat sampah, ada air tanah basah kerumunan lalat, disampingnya pintu dapur, samping kiri dapur ada 2 tumpukan sampah dan belakang tampungan limbah tidak tertutup. 


Kunjungan awak media bersama tim ke lokasi Dapur SPPG Janjimauli, Senin (23/2/2926), dengan maksud melihat kondisi sebenarnya pengadaan makanan bergizi yang akan disajikan kepada anak sekolah sesuai program pemerintah, namun kepala SPPG tidak berada di tempat dengan alasan pergi ke Tarutung.



Tampak dari depan SPPG Janjimauli tidak bersih, tidak di pagar, bisa bebas keluar masuk orang, termasuk pintu dapur terbuka, bisa bebas keluar masuk lalat. Dari pintu dapur tampak beberapa orang petugas dapur sedang membersihkan ompreng, sebagian mencuci ompreng, sebagian lagi melap ompreng dan setelah itu ompreng dicelupkan ke kwali yang sedang dipanaskan berisi air, ompreng dinilai belum steril karena hanya dicelupkan dengan tangan, tidak semua masuk.


Selanjutnya disamping kiri Dapur beberapa tumpukan Sampah terlihat banyak lalat dan dibelakang tampak beberapa galian tanah tempat tampungan limbah cucian ompreng dari Dapur, tidak ditutup, limbah menguap berbau busuk.


Menurut (Supir pengantar) yang tidak mau disebut namanya,  mengatakan Dapur SPPG Janjimauli milik orang Cina Sibolga, nama yayasan Merah Putih Sejati, kordinator marga Tampubolon tinggal di Sibolga dan kepala SPPG marga Pasaribu tinggal di Tarutung dengan jumlah pegawai 42 orang untuk pengadaan 2143 ompreng ke beberapa sekolah diwilayah Sipahutar dan hanya 1 dapur yayasan Merah Putih Sejati di Sipahutar dan mengatakan Dapur inilah yang pertama kali di Tapanuli Utara.


Informasi yang dapat dihimpun dari bagian tranport (supir pengantar), mengatakan bahwa guru sekolah sering komplin kepada supir terkait makanan yang diantar seperti buah yang busuk,  namum supir hanya bisa menjawab "kami hanya mengantar saja". Ia mengetahui tentang pengadaan bahan baku, seperti beras dari Sibolga, sedangkan bahan baku lainnya supliernya Sihotang dari Dolok Sanggul, artinya tidak dari koperasi atau  produk lokal.


Hasil temuan dilapangan, diharapkan kepada pemerintah atau pihak yang berkompeten, turun ke lapangan untuk mengevaluasi Dapur SPPG Janjimauli Lumbanjulu SiabalAbal II Kecamatan Sipahutar kabupaten Tapanuli Utara.


Reporter (Manulus P./ Kompol ( Purn) Togar Pasaribu.SP.MAp)

×
Berita Terbaru Update