TAPUT|| LINTASPUBLIK.ONLINE -
Penggunaan Dana Bos SMP.SW.ST.MARIA.Parmonangan Kec.Aek Raja tuai sorotan masyarakat ,di duga rawan penyelewengan, pada hal Dana Bos yang di kucurkan pemerintah pusat seyoganya untuk peningkatan kualitas pendidikan, Faktanya dari penampakan Sarana dan Prasarana yang ada di SMP.SW.ST.MARIA Parmonangan tampak kurang terawat ,kaca jendela yang rusak tidak di ganti dan plapon yang bolong tidak di perbaiki.
Pada hal laporan Dana Bos TA.2025 adanya ratusan juta rupiah
Pada tim awak media (Senin24 / 08 /2026) datang kesekolah mau mengkonfirmasi tentang penggunaan Anggaran Dana Bos kepala sekolah SMP.SW.ST.MARIA
Petra Leni Haro Munte tetapi kepala sekolah tersebut tidak ada di sekolah tersebut dan kata seorang guru di sekolah tersebut ada urusan
karna mau pergantian Kepala sekolah karna sekolah kami ini hanya 2 tahun kepala sekolah bisa menjabat kata br Sinaga mantan bendahara yang lama di sekolah SMP.SW.ST.MARIA.Parmonangan Kec Aek Raja.
Disaat kita berkeliling di sekitar pekarangan sekolah kita melihat keadaan sekolah begini kaca jendela yang rusak belum diganti dan plapon yang bolong belum di perbaiki.
Tim awak media coba konfirmasi atau sering- sering mengenai Anggaran Dana Bos kepada bendahara yang lama br Sinaga dan bendahara yang telah menggantikan nya br Manalu tetapi mereka ini berbelit - belit dan marah marah dan mengatakan kami miskin pak dan kami menduga bendahara dua- duanya ada dugaan korupsi sehingga dia saat di konfirmasi marah - marah dan tidak
etis memberikan jawabannya.
Adapun Dana Bos Anggaran Tahun 2025 sebagai terperinci adalah sebagai berikut :
Informasi Umum
Kepala Sekolah
Petra Leni Haro Munte
Nomor Pokok Sekolah Nasional
10220255
Jumlah Guru & Tenaga Pendidikan
0
Status Sekolah
Swasta
Rasio Guru dan Murid
1:Infinity
Jumlah Murid
2025
Tahun
Rp 129.340.000
Jumlah dana yang diterima sekolah
Sedang Disalurkan
Status
Jumlah Siswa Penerima
223
Tanggal Pencairan
24 Januari 2025
Rincian Penggunaan
penerimaan Peserta Didik baru
Rp 1.800.000
pengembangan perpustakaan
Rp 25.750.000
kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler
Rp 0
kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran
Rp 11.935.000
administrasi kegiatan sekolah
Rp 20.423.600
pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan
Rp 1.260.000
langganan daya dan jasa
Rp 2.561.400
pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah
Rp 52.010.000
penyediaan alat multi media pembelajaran
Rp 0
penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama
Rp 0
penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB
Rp 0
pembayaran honor
Rp 13.600.000
Total Dana
Rp 129.340.000 2025
Tahun
Rp 129.340.000
Jumlah dana yang diterima sekolah
Sedang Disalurkan
Status
Jumlah Siswa Penerima
223
Tanggal Pencairan
11 Agustus 2025
Rincian Penggunaan
penerimaan Peserta Didik baru
Rp 0
pengembangan perpustakaan
Rp 95.835.600
kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler
Rp 0
kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran
Rp 5.880.000
administrasi kegiatan sekolah
Rp 14.253.800
pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan
Rp 1.260.000
langganan daya dan jasa
Rp 1.910.600
pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah
Rp 0
penyediaan alat multi media pembelajaran
Rp 0
penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama
Rp 0
penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB
Rp 0
pembayaran honor
Rp 10.200.000
Total Dana
Rp 129.340.000
Pertanyaannya ! Kemana Anggaran SARPRAS itu selam ini ?
Menanggapi hal tersebut salah satu pemerhati David Silitonga menyesalkan kinerja Dinas pendidikan Taput.
Kami sebagai masyarakat miris melihatnya keadaan sekolah begini
kaca jendela yang pecah - pecah belum diganti dan plapon yang bolong tidak di perbaiki.
Harapan kita kepada Pemerintahan Kabuten Tapanuli Utara untuk segera mengevaluasi kepala sekolah tersebut " ujar Manalu warga Parmonangan Kec.Aek Raja
( Manulus Pasaribu)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)